21 Jul 2026

SEMA STMIK Kebumen Siap Dorong Demokrasi Cerdas

SEMA STMIK Kebumen Siap Dorong Demokrasi Cerdas

KEBUMEN – Senat Mahasiswa (SEMA) STMIK Kebumen menyatakan komitmennya untuk menjadi motor penggerak demokrasi yang cerdas setelah mengikuti kegiatan Pendidikan Kepemiluan yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kebumen.

Kegiatan bertajuk Pengantar Kepemiluan: Mewujudkan Pemilu Substantif" ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk mahasiswa STMIK Kebumen.

Melalui kegiatan tersebut, KPU Kabupaten Kebumen mengajak mahasiswa memahami bahwa pemilu tidak hanya dimaknai sebagai proses pencoblosan, tetapi juga sebagai sarana mewujudkan kedaulatan rakyat, menjaga kualitas demokrasi, serta melahirkan pemimpin yang memiliki legitimasi dan akuntabilitas kepada masyarakat.

Materi yang disampaikan juga membahas sistem pemilu di Indonesia, tahapan penyelenggaraan pemilu, aktor-aktor dalam ekosistem demokrasi, hingga berbagai tantangan penyelenggaraan pemilu di era digital, seperti politik uang, disinformasi, politik identitas, dan pentingnya menjaga netralitas penyelenggara maupun aparatur negara. 

Ketua KPU Kebumen Dzakiatul Banat mengatakan bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas demokrasi Indonesia. Berdasarkan data Pemilu 2024, lebih dari separuh pemilih merupakan generasi muda sehingga tingkat literasi politik mereka akan sangat menentukan arah demokrasi ke depan. 

"Mahasiswa bukan hanya menjadi pemilih, tetapi juga harus menjadi agen perubahan. Mereka memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat, menangkal hoaks, menolak politik uang, serta mengawal jalannya demokrasi agar tetap sehat dan bermartabat. Pemilu yang berkualitas lahir dari masyarakat yang memiliki kesadaran politik yang baik," ujar Dzakiatul Banat.

Ia menambahkan, demokrasi yang kuat tidak cukup diwujudkan melalui pemilu yang berjalan sesuai prosedur. Lebih dari itu, demokrasi harus menghadirkan keadilan, kompetisi yang sehat, partisipasi masyarakat yang bermakna, serta menghasilkan pemimpin yang benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat.

Sementara itu, Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) STMIK Kebumen, Rizki Yulianto, mengapresiasi inisiatif KPU Kabupaten Kebumen yang terus memberikan pendidikan kepemiluan kepada kalangan mahasiswa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam memahami demokrasi secara lebih mendalam.

"Kami menyadari bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pemilih saat hari pencoblosan. Mahasiswa harus mampu menjadi agen edukasi yang mengajak masyarakat berpikir kritis, melawan hoaks, menolak politik uang, serta menggunakan hak pilih secara rasional. Inilah bentuk nyata demokrasi yang cerdas," kata Rizki.

Rizki menegaskan, SEMA STMIK Kebumen siap mendukung berbagai program pendidikan demokrasi yang digagas KPU Kabupaten Kebumen. Ke depan, SEMA akan mendorong kegiatan diskusi, sosialisasi, maupun edukasi politik di lingkungan kampus agar semakin banyak mahasiswa memahami pentingnya menjaga kualitas demokrasi.

"Kami berharap kolaborasi antara KPU dan perguruan tinggi terus diperkuat. Mahasiswa harus menjadi pelopor lahirnya budaya demokrasi yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," pungkasnya.

Melalui kegiatan pendidikan kepemiluan ini, KPU Kabupaten Kebumen berharap lahir generasi muda yang tidak hanya aktif menggunakan hak pilihnya, tetapi juga mampu mengawal proses demokrasi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Semangat tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan pemilu substantif, yakni pemilu yang tidak hanya memenuhi aspek prosedural, tetapi juga menghadirkan demokrasi yang berkualitas dan bermakna bagi seluruh rakyat Indonesia.



Berita Terkait